Daftar Hotel - Korea Selatan (Korsel) wajib memenangkan laga melawan Nigeria di Moses Mabhida Stadium dini hari nanti. Itu demi memuluskan ambisi mereka meraih tiket babak 16 besar dan menciptakan sejarah di negara orang.
Hotel di Bali - Sekarang atau tidak sama sekali. Kalimat inilah yang wajib diingat serdadu Taeguk Warriors–julukan Korsel–saat memasuki Moses Mabhida Stadium, untuk meladeni Nigeria. Setelah menanti enam perhelatan Piala Dunia, kini saatnya bagi Park Ji-sung dkk membuktikan diri Korsel bisa berbuat banyak di tanah asing. Korsel menjadi negara Asia yang paling sering tampil di Piala Dunia.
Sebelumnya mereka berlaga di Piala Dunia 1954, 1986, 1990, 1994, 1998, 2002, dan 2006. Namun, mereka hanya berjaya pada 2002 atau saat Piala Dunia digelar di negeri mereka. Selebihnya, mereka tidak mampu melanjutkan langkah ke babak 16 besar bila berlaga di negeri orang. Rekor buruk ini hanya bisa diakhiri dengan mengalahkan Super Eagles, julukan Nigeria.
Dengan modal tiga angka yang kini dimiliki, Korsel akan berpeluang besar merebut tiket perdelapan final jika mengalahkan Nigeria. ”Kami tidak akan bermain untuk meraih hasil imbang. Saya tahu laga nanti akan sulit, tapi kami pasti bisa menang,” tandas Pelatih Korsel Huh Jung-moo dilansir Reuters.
Jung-moo mengaku sudah mempelajari banyak hal tentang kekuatan dan kelemahan tim lawan. Dia juga secara terang-terangan meminta anak asuhannya memanfaatkan sifat pemain Nigeria yang mudah terbakar emosi. Dikeluarkannya Sani Kaita saat melawan Yunani jadi satu contoh bagaimana pemain Super Eagles begitu mudah kehilangan kontrol emosi.
Karena kartu merah itu pula Kaita dikabarkan menerima 1.000 e-mail yang berisi ancaman pembunuhan. ”Kami harus mampu menekan para pemain Nigeria sehingga mereka kehilangan kontrol emosi,” ucap Jung-moo. Menghadapi Nigeria, Jungmoo kemungkinan besar akan memainkan pola lama Korsel, yakni 4-4-2 dengan Park Chu-young dan Lee Dong-guk di depan.
Saat melawan Argentina, dia memakai formasi 4-5-1 yang kemudian dikritik banyak pihak. Korsel yang membutuhkan kemenangan tidak punya pilihan lain kecuali menyerang sejak awal untuk menciptakan peluang. Setali tiga uang dengan Korsel, Nigeria juga mengincar kemenangan pada laga nanti.
Kendati mereka kalah dari Argentina dan Yunani, pasukan Lars Lagerback masih berpeluang melangkah ke perdelapan final asalkan mereka mengandaskan Korsel dan di waktu bersamaan Yunani takluk dari Argentina. Obafemi Martins dkk juga memiliki alasan lain membukukan tiga angka. Selain mengharumkan nama tim Afrika di Piala Dunia 2010, kemenangan akan menghapus rekor buruk Nigeria di Piala Dunia.
Dalam 16 tahun terakhir, Super Eagles selalu gagal meraih kemenangan di Piala Dunia. Terakhir kali mereka menang saat mengempaskan Bulgaria 3-0 di penyisihan grup Piala Dunia 1994. ”Segi positifnya, kami masih berkesempatan lolos ke babak 16 besar meski kami butuh bantuan Argentina,” papar Pelatih Lagerback.
Hotel di Bali - Sekarang atau tidak sama sekali. Kalimat inilah yang wajib diingat serdadu Taeguk Warriors–julukan Korsel–saat memasuki Moses Mabhida Stadium, untuk meladeni Nigeria. Setelah menanti enam perhelatan Piala Dunia, kini saatnya bagi Park Ji-sung dkk membuktikan diri Korsel bisa berbuat banyak di tanah asing. Korsel menjadi negara Asia yang paling sering tampil di Piala Dunia.
Sebelumnya mereka berlaga di Piala Dunia 1954, 1986, 1990, 1994, 1998, 2002, dan 2006. Namun, mereka hanya berjaya pada 2002 atau saat Piala Dunia digelar di negeri mereka. Selebihnya, mereka tidak mampu melanjutkan langkah ke babak 16 besar bila berlaga di negeri orang. Rekor buruk ini hanya bisa diakhiri dengan mengalahkan Super Eagles, julukan Nigeria.
Dengan modal tiga angka yang kini dimiliki, Korsel akan berpeluang besar merebut tiket perdelapan final jika mengalahkan Nigeria. ”Kami tidak akan bermain untuk meraih hasil imbang. Saya tahu laga nanti akan sulit, tapi kami pasti bisa menang,” tandas Pelatih Korsel Huh Jung-moo dilansir Reuters.
Jung-moo mengaku sudah mempelajari banyak hal tentang kekuatan dan kelemahan tim lawan. Dia juga secara terang-terangan meminta anak asuhannya memanfaatkan sifat pemain Nigeria yang mudah terbakar emosi. Dikeluarkannya Sani Kaita saat melawan Yunani jadi satu contoh bagaimana pemain Super Eagles begitu mudah kehilangan kontrol emosi.
Karena kartu merah itu pula Kaita dikabarkan menerima 1.000 e-mail yang berisi ancaman pembunuhan. ”Kami harus mampu menekan para pemain Nigeria sehingga mereka kehilangan kontrol emosi,” ucap Jung-moo. Menghadapi Nigeria, Jungmoo kemungkinan besar akan memainkan pola lama Korsel, yakni 4-4-2 dengan Park Chu-young dan Lee Dong-guk di depan.
Saat melawan Argentina, dia memakai formasi 4-5-1 yang kemudian dikritik banyak pihak. Korsel yang membutuhkan kemenangan tidak punya pilihan lain kecuali menyerang sejak awal untuk menciptakan peluang. Setali tiga uang dengan Korsel, Nigeria juga mengincar kemenangan pada laga nanti.
Kendati mereka kalah dari Argentina dan Yunani, pasukan Lars Lagerback masih berpeluang melangkah ke perdelapan final asalkan mereka mengandaskan Korsel dan di waktu bersamaan Yunani takluk dari Argentina. Obafemi Martins dkk juga memiliki alasan lain membukukan tiga angka. Selain mengharumkan nama tim Afrika di Piala Dunia 2010, kemenangan akan menghapus rekor buruk Nigeria di Piala Dunia.
Dalam 16 tahun terakhir, Super Eagles selalu gagal meraih kemenangan di Piala Dunia. Terakhir kali mereka menang saat mengempaskan Bulgaria 3-0 di penyisihan grup Piala Dunia 1994. ”Segi positifnya, kami masih berkesempatan lolos ke babak 16 besar meski kami butuh bantuan Argentina,” papar Pelatih Lagerback.